BMKG Tanjung Perak Surabaya Bersama Mahasiswa Fisika Unesa Lakukan Penelitian Terkait Kondisi Cuaca Lokal Perairan Gresik-Bawean

Proyek penelitian yang digagas oleh Fajar Setiawan selaku pegawai BMKG Tanjung Perak Surabaya yang bekerja di bidang forecaster, dengan mengangkat topik riset kondisi cuaca lokal perairan Gresik-Bawean berhasil dilakukan dengan menggandeng dua mahasiswa prodi Fisika dengan konsentrasi studi Kebumian dari Universitas Negeri Surabaya. Dua mahasiswa tersebut adalah mahasiswa bimbingan Prof. Tjipto Prastowo Ph.D. yaitu Arifa dan Budiman yang tengah melaksanakan praktik kerja lapangan di kantor BMKG Tanjung Perak Surabaya sejak 27 Juni 2022. Wujud dari penelitian tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik suhu permukaan laut (SPL) dan suhu puncak minimum awan (SPMA) selama Januari 2022 yang dikoreasikan untuk mengetahui pengaruh kedua parameter tersebut dalam memprakirakan kondisi cuaca lokal. Korelasi antara suhu permukaan laut (SPA) dengan suhu puncak minimum awan (SPMA) selama Januari 2022 menunjukkan pada dini hari kisaran pukul 01.30 WIB suhu permukaan laut (SPL) di wilayah perairan Gresik-Bawean mencapai puncak suhu tertinggi yang mengindikasikan akan terjadi cuaca buruk di wilayah perairan Gresik-Bawean pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.

Kegiatan observasi volume air hujan dalam sehari pada alat penakar hujan tipe hellmann

Interpretasi dari hasil korelasi tersebut dipaparkan di depan jajaran pegawai BMKG Tanjung Perak Surabaya pada 1 Desember 2022 yang dihadiri oleh Fajar Setiawan, S.Si. (Forecaster); Eko Hadi Santoso, S.Si., M.Si. (Koordinator Pengolahan Data); Indri Aulia Pradnya Devi, S.Tr. (Staff Pengolahan Data); Nurzaka Faridatussafura, S.Tr. (Staff Pengolahan Data); Biyadihie Adikuasa, S.Si (Teknisi); Arief Wiyono, S.Si. (Senior Forecaster); dan berhasil meraup beberapa respon.

“Menurut pendapat saya kalau di Indonesia itu suhu permukaan laut terendahnya 28 0C ya, tertinggi 30 0C.”, Ujar Pak Eko sebagai koordinator pengolahan data. Penyajian singkat hasil penelitian kondisi cuaca lokal perairan Gresik-Bawean yang disampaikan oleh Arifa dan Budiman dapat membentuk sudut pandang baru dari suatu masalah yang hadir di wilayah rute pelayaran, hal tersebut juga mengundang apresiasi dari pihak BMKG, “Penelitian ini sangat baik, mungkin nanti bisa diterapkan di wilayah perairan lain.”, pungkas Pak Biyadihie selaku komentator dalam penyajian tersebut. Penelitian ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar terkait kondisi cuaca lokal perairan Gresik-Bawean dan kedepannya dapat dikembangkan lagi dengan lokasi perairan yang berbeda.

Kegiatan observasi cuaca melalui citra satelit Himawari-8