KULIAH PERDANA ANGKATAN 2019 JURUSAN FISIKA FMIPA UNESA

Jum’at, 13 September 2019

Di RK 1 Jurusan FMIPA UNESA

Oleh:

Wayan Suparta, Ph.D.

Narasumber ( Wayan Suparta, Ph.D.) foto Bersama Ketua Jurusan Fisika dan Dosen Pendamping Kegiatan Kuliah Perdana

Setiap tahunnya Jurusan Fisika FMIPA Unesa selalu mengadakan Kuliah Perdana bagi seluruh mahasiswa Pendidikan dan Non Pendidikan Angkatan 2019, dengan mengundang seorang pakar dengan profil Pendidikan, Riset dan Publikasi yang luar biasa.

Pada Jumat 13 September 2019, Jurusan Fisika FMIPA UNESA mengadakan acara Kuliah Perdana dengan mengundang Wayan Suparta, Ph.D. Sebelum kembali mengabdi di Indonesia (Universitas Pembangunan Jaya), beliau aktif di National University of Malaysia (Universiti Kebangsaan Malaysia – UKM) sebagai Associate Professor (2012-2017) dan secara de facto menjadi full professor di Space Science Centre (ANGKASA), UKM. Prestasi lainnya Wayan Suparta adalah menjadi orang Indonesia pertama yang melakukan riset di kutub selatan (Antartika) dan kutub utara (arktik). Selain itu, ada 137 publikasi ilmiah terindeks Scopus (per 13 September 2019).

Pada pukul 08:30, kegiatan Kuliah Perdana dibuka oleh Dr. Munasir, M.Si selaku Ketua Jurusan FMIPA. Beliau berpesan bahwa mahasiswa Jurusan Fisika Unesa memiliki potensi yang luar bisa untuk dapat bersaing dan unggul dalam persaingan di era revolusi industri 4.0. Setelah acara dibuka oleh Dr. Munasir, M.Si., kegiatan Kuliah Perdana langsung dilanjutkan dengan pemaparan oleh Wayan Suparta, Ph.D. Pada kesempatan ini, topik yang diangkat oleh Wayan Suparta, Ph.D adalah “Mempersiapkan SDM Berdaya Saing, Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNESA angkatan 2019 dan para dosen di Jurusan Fisika.

Dalam pemaparannya, Wayan Suparta, Ph.D.menekankan Konsep pembelajaran berorientasi luaran atau yang dikenal sebagai Outcome Based Education (OBE). Selain itu konsep “Enabling Technology on Mega Trends 2030” menjadi kajian menarik dalam diskusi, yang mana: (1) Dunia akan mengalami perubahan radikal dan berpengaruh besar pada bisnis global dimulai dengan kelangkaan sumber pangan, air, dan energi, urbanisasi yang masif, pertumbuhan kelas menengah dunia, sampai kebangkitan Asia sebagai motor ekonomi dunia; (2). Tahun 2030 diprediksi 1 dari 2 lapangan kerja akan  didominasi oleh komputerisasi, jutaan lapangan kerja baru akan bermunculan dan memerlukan keterampilan yang sama sekali baru, tahun 2025, 60% generasi muda akan memasuki  lapangan kerja yang saat ini tidak ada.

Diskusi menarik lainya mengenai “Strategi Menghadapi Era Digital; Bagaimana Merespon Masa Depan?”
Beberapa strategi meliputi: (1) Menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukan materi  terkait human-digital skills; (2) Menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan digital skills; (3) Selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru, Learn by doing!; (4) Dilakukannya kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan.

Suasana Saat Berlangsungnya Kegiatan Kuliah Perdana Angkatan 2019
Jurusan Fisika Unesa